Lestarikan Warisan Leluhur, Parade Tari Radap Rahayu Ramaikan Rangkaian Hari Jadi Ke-500 Kota Banjarmasin
BANJARMASIN, Minggu 2 Agustus 2026, bertempat di Banjarmasin Culture Hub (Eks Rumah Anno), Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin Bersaama Sanggar Seni Ayu Putri menggelar Pagelaran Parade Tari Radap Rahayu sebagai penutup dari rangkaian Pelatihan Tari Radap Rahayu yang telah berjalan sejak Mei tahun ini. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500, sekaligus wujud komitmen pemerintah kota dalam melestarikan kesenian tradisional Banjar di tengah generasi muda.
Dalam keterangan , Ayu Putriyana, Ketua Sanggar Seni Ayu Putri menyampaikan bahwa gerak-gerak yang ditampilkan para peserta bukan sekadar tarian semata, melainkan cerminan identitas, nilai, dan warisan budaya Banjar yang terus dijaga keberlangsungannya dari generasi ke generasi.
Parade ini merupakan puncak dari serangkaian pelatihan yang sebelumnya dibuka melalui pendaftaran gratis bagi masyarakat umum. Proses pendaftaran pelatihan dibuka pada 1 hingga 12 April, dilanjutkan dengan tahap kurasi atau seleksi peserta pada 13 hingga 15 April, sebelum akhirnya pengumuman peserta terpilih dan dimulainya pelatihan pada pertengahan April 2026, dari sekitar 200 Pendaftar dan diseleksi hingga hanya 30 Peserta.
Melalui proses tersebut, para peserta yang sebagian besar merupakan generasi muda, dibina langsung oleh pelatih dari Sanggar Seni Ayu Putri Banjarmasin selama 4 bulan hingga siap tampil dalam pagelaran puncak. Disbudporapar menilai capaian ini membuktikan bahwa upaya pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga tradisi tetap ada, tetapi juga perlu memberi ruang bagi anak muda untuk belajar, berkarya, dan menunjukkan kemampuan mereka di atas panggung.
"Budaya tetap lestari, generasi terus berprestasi," demikian pesan yang disampaikan Sekretaris Disbudporapar Kota Banjarmasin, Syaifullah, S.Sos menutup keterangannya, sekaligus menjadi semangat yang ingin ditanamkan melalui kegiatan ini.
Makna di Balik Tari Radap Rahayu
Tari Radap Rahayu dikenal sebagai salah satu tarian klasik dan sakral khas Banjarmasin yang secara tradisional berfungsi sebagai tarian penyambutan tamu kehormatan. Secara etimologis, kata "radap" berasal dari istilah beradap-adap yang bermakna kebersamaan atau dilakukan berkelompok, sedangkan "rahayu" merujuk pada kebahagiaan, kesenangan, dan kemakmuran.
Sumber Foto : Humas Pemko Banjarmasin
Asal-usul tarian ini bersumber dari kisah rakyat tentang kapal milik Patih Lambung Mangkurat yang nyaris karam dalam perjalanan pulang dari Kerajaan Majapahit, hingga tujuh bidadari turun ke kapal tersebut dan menggelar upacara penyelamatan. Peristiwa itulah yang kemudian diwujudkan dalam gerakan pembuka dan penutup tarian berupa gerak terbang layang. Pada masa lalu, tarian ini juga lekat dengan berbagai upacara adat seperti penyambutan tamu agung, penobatan, hingga upacara tolak bala bagi masyarakat Banjar.
Penyelenggaraan parade ini turut mengusung tagar HariJadiKotaBanjarmasin500, menandakan posisinya sebagai salah satu mata acara dalam rangkaian panjang perayaan lima abad Kota Banjarmasin. Pemerintah kota melalui Disbudporapar secara khusus menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, pelatih, tamu undangan, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Sumber Foto : Humas Pemko Banjarmasin
Disbudporapar berharap semangat pelestarian seni dan budaya daerah ini dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk turut menjaga kekayaan budaya Banjar, sejalan dengan visi besar menjadikan Banjarmasin sebagai kota yang maju sekaligus tetap berpegang teguh pada akar budayanya.
daw..