Semangat Banjarmasin 500 Tahun, Pemko Cetak 47 Fotografer Lokal Bersertifikasi Nasional
Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudparpora) resmi menggelar kegiatan Sertifikasi Kompetensi Profesi Fotografi dengan skema Fotografer Junior. Berlangsung di Hotel Summer Bed n’ Breakfast pada Rabu hingga Kamis, 5–6 Agustus 2026, kegiatan ini diikuti oleh 47 fotografer lokal secara gratis sebagai wujud nyata mendongkrak kualitas sumber daya manusia dan daya saing di sektor ekonomi kreatif.
Semangat pembinaan ini kian bermakna seiring dengan momentum perjalanan gemilang Kota Banjarmasin yang kini menapaki usia setengah abad atau 500 tahun. Dengan mengusung semangat Banjarmasin 500 Tahun, pemerintah daerah terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif agar kota tercinta semakin maju, berdaya saing global, dan siap melangkah ke babak baru peradaban modern tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, mengungkapkan bahwa fotografi saat ini menjelma menjadi salah satu bidang ekonomi kreatif dengan peluang kerja yang sangat menjanjikan. Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi instrumen krusial agar para fotografer lokal mampu memenuhi standar industri modern yang mulai mensyaratkan tenaga kerja bersertifikat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudparpora Kota Banjarmasin, Widya Pelissa, menjelaskan bahwa sertifikasi profesi merupakan kebutuhan mendasar di tengah dinamika sektor kreatif saat ini. Selain mengasah keterampilan teknis, program ini bertujuan untuk memperkuat kepercayaan publik dan perusahaan terhadap profesionalisme jasa fotografer di Kota Seribu Sungai.
Sebelum menempuh uji kompetensi, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan intensif mengenai dasar-dasar fotografi. Materi yang diberikan meliputi pemilihan jenis kamera, pemeriksaan perangkat kerja, hingga teknik pengaturan ketajaman gambar.
Direktur LSP Fotografi Indonesia, Ricky Purnama Hadi, menambahkan bahwa sertifikasi tahun ini memegang peran strategis dalam memberikan pengakuan resmi secara hukum. Jika sebelumnya kompetensi fotografer kerap hanya diakui secara lisan, kini sertifikat kompetensi hadir sebagai bukti legalitas dari negara yang membuat pengguna jasa merasa jauh lebih yakin untuk menggunakan tenaga profesional.
Melalui program ini, bertepatan dengan gelora Banjarmasin 500 Tahun, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap dapat melahirkan lebih banyak fotografer lokal yang tidak sekadar kreatif, tetapi juga mengantongi standar kompetensi nasional demi menghadapi pasar kerja yang semakin kompetitif dan membawa karya lokal terbang lebih tinggi.
.jpg)
.jpg)